See More

20 Mei 2026, 11:16

20 Mei 2026, 10:57

20 Mei 2026, 10:30

20 Mei 2026, 10:23

20 Mei 2026, 09:30

20 Mei 2026, 09:17
FAC Sekuritas|analisa market|IHSG
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (12/5), IHSG ditutup melemah -46,72 poin (-0,68%) ke level 6.858,90.
Pelemahan IHSG didominasi oleh sikap antisipatif investor terhadap pengumuman rebalancing indeks MSCI yang memicu kekhawatiran arus modal keluar pada saham berkapitalisasi besar, serta tekanan eksternal dari fluktuasi harga komoditas akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Di sisi lain, sentimen domestik cenderung memberikan bantalan positif melalui apresiasi pasar terhadap disiplin fiskal pemerintah dalam mengelola anggaran program strategis, yang kemudian mendorong aksi beli selektif pada saham-saham perbankan dan telekomunikasi yang telah memasuki area jenuh jual.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, seperti DJIA (+0,11%), S&P 500 (-0,16%), & Nasdaq (-0,71%).
Laporan IHK (Indeks Harga Konsumen) bulan April AS yang memanas memperkuat kekhawatiran bahwa tingginya harga energi dapat mengikis prospek laba perusahaan, sekaligus mempertegas ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga tahun ini mengingat kuatnya data pasar tenaga kerja baru-baru ini.
Alphabet, Amazon, Microsoft, dan Tesla tercatat turun lebih dari 1%, sedangkan Nvidia dan Apple berhasil berbalik ke zona positif.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan cenderung tertekan seiring dengan penyesuaian bobot saham-saham Indonesia di MSCI yang semakin mengecil,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Rabu (13/5).