See More

21 Mei 2026, 08:21
21 Mei 2026, 08:03

21 Mei 2026, 07:54

21 Mei 2026, 07:51

21 Mei 2026, 07:48

21 Mei 2026, 07:42
BEI, IHSG|analisa market|Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI)
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan, Market AS ditutup mixed dengan DJIA melemah -0,17%, S&P500 menguat +0,13% dan Nasdaq ditutup melemah -0,08% seiring pelemahan pada Jumat (15/5) yang menghapus kenaikan secara mingguan.
Hal ini tidak lepas dari kondisi potensi inflasi global yang terlihat dari imbal hasil US Treasury 10 tahun yang naik ke level 4,5%
Sementara itu, pada perdagangan yang relatif pendek (11-13 Mei), IHSG ditutup melemah -3,53%.
Adapun FTSE Russell mengumumkan akan mencoret saham yang masuk pada daftar HSC, hal tersebut membuat DSSA dengan bobot 4% akan terdepak pada rebalancing Juni.
Di sisi lain, harga minyak naik akibat kekhawatiran gangguan pasokan yang berlanjut akibat penutupan Selat Hormuz dan terbatasnya pergerakan kapal tanker.
Harga emas turun seiring inflasi AS yang lebih tinggi meningkatkan ekspektasi suku bunga The Fed tetap tinggi lebih lama.
Harga tembaga melemah akibat permintaan China yang melemah serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
"Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini berpotensi melanjutkan koreksi menguji support 6,680, tertekan aksi jual asing akibat rebalancing MSCI, pelemahan Rupiah, dan data inflasi AS yang masih tinggi. Rupiah diprediksi melemah di rentang Rp17,500-Rp17,800 per dolar AS, terbebani kuatnya dolar pasca rilis inflasi AS, ketegangan geopolitik Iran, serta kekecewaan pasar terhadap pertemuan Xi-Trump," sebut analis KISI dalam riset Senin (18/5).
Selanjutnya, disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan pelaku pasar diperdagangan hari ini, yaitu;
-ASGR (Trading Buy) Entry Price: 1610-1640 Target Price: 1695, 1730, 1785 SL: if closed <1550
-OASA (Trading Buy) Entry Price: 376-406 Target Price: 446, 480 SL: if closed <456
Disclaimer: Tulisan ini bersifat edukasi, bukan ajakan menjual/membeli efek tertentu. Analisa kembali sebelum melakukan keputusan transaksi.