Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (21/5/2026): IHSG Berpotensi Short Term Teknikal Rebound

Oleh: Ria

21 Mei 2026, 07:17
ANALIS MARKET (21/5/2026): IHSG Berpotensi Short Term Teknikal Rebound

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (20/5), ditutup turun 0.82%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp131 Bn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, TPIA, AMMN, dan DSSA.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup rebound pada perdagangan Rabu (20/5) seiring meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Sentimen pasar turut didorong optimisme bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera mereda. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1,31%, S&P 500 melesat 1,08%, dan Nasdaq Composite meningkat 1,54%. Di pasar energi, harga minyak terkoreksi, West Texas Intermediate (WTI) turun 5,66% (US$ 98,26/bbl), sedangkan Brent melemah 5,63% (US$ 105,02/bbl). Penurunan tersebut terjadi setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan pemerintah tengah berada di ‘tahap akhir’ negosiasi dengan Iran. Kenaikan yield dan harga minyak sebelumnya memicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat, berpotensi mendorong The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Risalah rapat The Fed menunjukkan sebagian pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap bertahan di atas target 2%. Di sisi lain, investor kini mengalihkan fokus ke laporan kinerja Nvidia yang akan dirilis setelah penutupan pasar.

Di sisi lain, Bursa saham Asia kembali turun pada perdagangan Rabu (20/5), menandai penurunan selama empat sesi berturut-turut di tengah lonjakan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran inflasi akibat ketegangan geopolitik. Selain itu, pasar menanti laporan keuangan perusahaan chip AI Nvidia. Di sisi lain, kondisi tersebut menekan pasar saham global karena kenaikan yield membuat biaya pendanaan perusahaan menjadi lebih mahal dan mengurangi daya tarik aset berisiko. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,23%, Hang Seng Hong Kong terkoreksi 0,57%, CSI 300 China turun tipis 0,04%, Taiex Taiwan berkurang 0,49%, KOSPI Korea Selatan melemah 0,86% dan ASX 200 Australia menurun 1,26%. Di domestik, BI menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 5,25%.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Kamis (21/5), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 6400-6450, tapi untuk sell on high karena masih berpotensi lanjut koreksi. Diperkirakan Support IHSG: 6000-6200 dan Resist IHSG: 6400-6450.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BBCA, UNTR, PADI, BREN, BDMN, dan WIFI.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

BBCA Spec Buy dengan area beli di 5950, cutloss di bawah 5900. Target dekat di 6050-6100.

UNTR Spec Buy dengan area beli di 24850, cutloss di bawah 24700. Target dekat di 25000-25400.

PADI Spec Buy dengan area beli di 90-94, cutloss di bawah 90. Target dekat di 98-104.

BREN Buy on Weakness dengan area beli di 2650-2790, cutloss di bawah 2550. Target dekat di 2900-2960.

BDMN Buy on Weakness dengan area beli di 4630-4740, cutloss di bawah 4600. Target dekat di 4860-4970.

WIFI Spec Buy dengan area beli di 1985-2000, cutloss di bawah 1950. Target dekat di 2030-2050.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More