PT Pos Properti Indonesia|PT Pos Indonesia (Persero)|bisnis properti

Pos Properti Siapkan Tiga Mesin Pertumbuhan Baru di 2026

Oleh: Issa

22 Mei 2026, 16:42
Pos Properti Siapkan Tiga Mesin Pertumbuhan Baru di 2026

foto: dok. Pasardana

Pasardana.id - PT Pos Properti Indonesia mempercepat ekspansinya di tengah tekanan industri properti nasional.

Dalam hal ini, perseroan ingin mengejar pertumbuhan 18% pada tahun ini.

Untuk merealisasikan target itu, perseroan menyiapkan tiga mesin pertumbuhan baru.

Pertama, pengembangan co-living berkonsep baru bernama Homy Nomad.

Konsep itu sudah beroperasi di Jakarta dengan dua lokasi yakni Fatmawati dan Gandaria (Haji Nawi), dengan total sekitar 39 unit kamar yang terintegrasi langsung dengan akses transportasi publik dan pusat aktivitas kota.

“Homy Nomad merupakan wujud nyata adaptasi kami terhadap kebutuhan hunian generasi muda yang semakin dinamis dan mobile. Dengan lokasi yang terintegrasi transportasi publik dan ekosistem urban, kami percaya co-living bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan struktural jangka panjang,” ujar Chief Commercial Officer Pos Properti Indonesia, Aldhita Prayudhiputra, Jumat (21/5/2026).

Ke depan, perusahaan berencana memperluas konsep ini ke kota-kota besar lain di Indonesia dengan pendekatan berbasis data untuk memastikan ekspansi yang terukur.

Selain itu, Pos Properti juga akan memperkuat lini bisnis konstruksi dan desain.

Unit bisnis ini menawarkan layanan konsultasi arsitektur, perancangan, dan konstruksi komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan klien korporasi maupun institusi.

“Kami memiliki pengalaman teknis yang teruji, sumber daya manusia bersertifikat, dan portofolio proyek yang nyata. Kami siap mengkomersialisasikan keahlian tersebut untuk siapapun yang tertarik berkolaborasi,” jelas Chief Operating Officer Pos Properti Indonesia, Abdul Hadi.

Mesin pertumbuhan Pos Properti lainnya adalah pengembangan kawasan perumahan milenial di Harjamukti, Depok bekerja sama dengan Ruma Development.

Proyek seluas 7.925 m² ini akan menghadirkan sekitar 60 unit rumah dengan harga mulai dari Rp1,4 miliar, ditujukan bagi keluarga muda dan pembeli rumah pertama di kawasan Cibubur dan sekitarnya.

Dengan estimasi cicilan sekitar Rp12 jutaan per bulan, pembeli sudah dapat memiliki hunian, menyesuaikan skema pembiayaan dan persetujuan bank.

Proyek ini merespons data pasar yang menunjukkan bahwa 55% pembeli rumah di Jabodetabek pada 2024 adalah usia produktif yang menginginkan hunian strategis dekat transportasi publik.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi yang telah berhasil menjaga stabilitas pendapatan perusahaan selama 2025 dan mendorong target ambisius pertumbuhan 18% di 2026 yang melampaui proyeksi pertumbuhan industri yang hanya berada di kisaran 5%.

Berita Terkini

See More