See More

22 Mei 2026, 02:26

22 Mei 2026, 02:03

22 Mei 2026, 01:41

21 Mei 2026, 19:44

21 Mei 2026, 19:29

21 Mei 2026, 17:55
alokasi anggaran|Pengolahan Sampah Menjadi energi Listrik (PSEL)|Danantara|pemprov dki jakarta
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Anggaran untuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di DKI Jakarta dibutuhkan sekitar USD 1 miliar atau setara dengan Rp17,39 triliun.
Hal tersebut diungkap CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani dengan mengatakan, pembangunan PSEL di Jakarta akan berkapasitas 8.000 ton per hari atau bahkan lebih, sementara PSEL berkapasitas 1.000 ton per hari saja membutuhkan investasi sebesar Rp 2 triliun.
“Jadi ini, kalau saya bicara (kapasitas) 8.000 ton ya, kalau (kapasitas) 8.000 ton ya investasinya kurang lebih USD 1 billion. Tapi mungkin kita akan bangunnya lebih dari 8.000, untuk bisa ambil sampah lamanya, mungkin pembangunannya bisa 10.000, 12.000 ton,” kata Rosan di Kantor Kemenko Bidang Pangan, Senin (04/5).
Menurut Rosan, peningkatan kapasitas ini penting untuk mengatasi penumpukan sampah lama di TPST Bantargebang yang volumenya terus meningkat.
Dengan teknologi terbaru, sampah lama maupun baru dapat langsung diolah tanpa harus melalui proses pemilahan.
Untuk pembangunan fasilitas PSEL ini, kata Rosan, rencananya dilakukan di beberapa titik, termasuk Bantargebang dan Sunter.
Namun, lokasi final masih akan dikaji untuk menentukan opsi paling efisien dan cepat direalisasikan.
“Tapi kita akan kaji mana yang lebih efisien dan lebih baik dan lebih cepat gitu ya. Karena targetnya kita kalau ini kita proses ini paling nggak di tahun 2028 awal itu sudah bisa beroperasi ya,” ungkap dia.
Dirinya pun memastikan, listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah tersebut akan dijual ke Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Rosan menyebut, skema tarif penjualan listrik telah diatur pemerintah yaitu USD 20 sen per kWh.
Skema tersebut diatur Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
“Ke PLN, (tarifnya) kan sudah ada inpres-nya, itu harganya USD 20 sen (per kWh),” tukas Rosan.