Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|BNI Sekuritas

ANALIS MARKET (03/6/2026): IHSG Berpotensi Kembali Koreksi

Oleh: Ria

03 Juni 2026, 06:59
ANALIS MARKET (03/6/2026): IHSG Berpotensi Kembali Koreksi

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (02/6), ditutup naik 1.11%, tapi masih disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.37 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, ASII, MAPI, BUVA dan BMRI.

Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street melanjutkan cetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada Selasa (2/6). Indeks S&P 500 naik 0,13% ke level 7.609,78. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 0,45% dan Nasdaq Composite naik tipis 0,03%. Kenaikan Wall Street terjadi di tengah pergerakan beragam saham teknologi. Saham Alphabet turun hampir 4% setelah perusahaan induk Google tersebut mengumumkan rencana menghimpun dana US$ 80 miliar melalui penjualan saham untuk memperkuat pengembangan kecerdasan buatan (AI). Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 10 miliar berasal dari investasi Berkshire Hathaway. Saham Marvell Technology melesat 32% setelah CEO Nvidia Jensen Huang menyebut perusahaan tersebut berpotensi menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar US$ 1 triliun berikutnya. Kenaikan harga minyak dipicu laporan media pemerintah Iran yang menyebut negosiator negara tersebut menghentikan pertukaran pesan dengan AS melalui mediator. Media Tasnim juga melaporkan Iran berencana menutup sepenuhnya Selat Hormuz.

Di sisi lain, Bursa saham Asia bervariasi pada perdagangan Selasa (2/6), di tengah ketidakpastian perkembangan konflik Timur Tengah yang mengimbangi sentimen positif dari sektor kecerdasan buatan (AI). Di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,3%, dan Topix melemah 0,4%. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,15%, sedangkan Kosdaq terkoreksi 2,3%. Selain itu, Hang Seng Hong Kong meningkat 2,5%, CSI 300 China naik 1,5%, Taiwan Taiex menguat 0,5%, dan ASX 200 Australia berkurang 0,06%. Di sisi lain, harga minyak mentah Brent bertahan sekitar US$ 96/bbl setelah Lebanon mengumumkan gencatan senjata parsial antara Hezbollah dan Israel. Langkah tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi upaya diplomatik baru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama tiga bulan antara AS dan Iran.

Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (03/6), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi kembali koreksi hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6000-6100 dan Resist IHSG: 6200-6300.”

Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: DSSA, LSIP, JPFA, KLBF, ESSA, dan BIPI.

Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:

DSSA Buy if Break 630, dengan target dekat di 670-700. Cutloss di bawah 600.

LSIP Spec Buy dengan area beli di 1260-1270, cutloss di bawah 1250. Target dekat di 1290-1320.

JPFA Buy on Weakness dengan area beli di 2350-2390, cutloss di bawah 2340. Target dekat di 2440-2470.

KLBF Spec Buy dengan area beli di 730-745, cutloss di bawah 730. Target dekat di 755-775.

ESSA Spec Buy dengan area beli di 645-665, cutloss di bawah 645. Target dekat di 680-715.

BIPI Buy if Break 180, dengan target dekat di 185-190. Cutloss di bawah 174.

Disclaimer on

Berita Terkini

See More