kemenpar|target investasi|bisnis pariwisata

Kemenpar Targetkan Pencapaian Investasi 2025-2029 Sebesar Rp63,5 Triliun

Oleh: Ronal

22 Mei 2026, 08:50
Kemenpar Targetkan Pencapaian Investasi 2025-2029  Sebesar Rp63,5 Triliun

Foto : istimewa

Pasardana.id - Demi memenuhi arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan target capaian investasi pariwisata nasional sebesar Rp 63,5 triliun.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenpar, Rizki Handayani, mengatakan investasi itu difokuskan pada 3 destinasi regeneratif, yaitu yang difokuskan terhadap pemulihan lingkungan serta masyarakat lokal, dan juga 10 destinasi prioritas.

Dan jika melihat capaian pada 2025, investasi nyatanya masih dipusatkan hanya di tiga wilayah, yaitu di Bali, Jakarta, dan Kepulauan Riau.

“Dari target 65% yang harus terpenuhi di 13 destinasi itu, 70% ada di destinasi regeneratif. Berarti, sebenarnya, DPP [destinasi pariwisata prioritas] lainnya masih sangat kecil,” ujar Rizki dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata 2026, Rabu (20/5).

Rizki menambahkan, dengan kondisi tersebut pihaknya mendorong penguatan sinergi perluasan investasi di berbagai destinasi prioritas dan daerah lain yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang.

Menurutnya, pemerintah daerah (pemda) perlu untuk makin menyiapkan proyek investasi pariwisata supaya lebih matang, layak ditawarkan, serta menarik bagi investor.

Kemudian, daerah-daerah di Indonesia juga dinilai perlu memperkuat kualitas infrastruktur pendukung, konektivitas, dan penganekaragaman produk serta layanan wisata.

Kata dia, ada faktor-faktor penting lain untuk memperkuat kepercayaan investor, seperti dengan menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan regulasi serta memperkuat kepastian hukum yang ada.

“Menteri Pariwisata telah meminta kami membuat satu forum, di mana nantinya daerah-daerah yang memiliki proyek untuk bisa dipertemukan dengan calon investor,” ungkapnya.

Kemudian Rizki menjelaskan, bahwa terdapat enam tren utama yang membentuk pilihan wisatawan global, yaitu alam dan petualangan (nature and adventure), pariwisata ramah lingkungan (eco-friendly tourism), kuliner dan gastronomi (culinary and gastronomy), pengalaman budaya (cultural immersion), pariwisata kebugaran (wellness tourism), serta bleisure (business and leisure) alias bisnis dan rekreasi.

Tren-tren tersebut dikatakan dapat dimanfaatkan dalam pengembangan industri pariwisata, dengan peralihan tren tersebut dari pasar secara luas menjadi masuk ke produk wisata.

Rizki mengatan bahwa cara membentuk produk wisata serta mengaitkan potensi yang ada di suatu daerah dengan tren yang ada merupakan sesuatu hal yang penting.

Berita Terkini

See More