Wall Street Melemah Dipicu Meningkatnya Tensi Timur Tengah

Oleh: Rezy

04 Juni 2026, 08:35
Wall Street Melemah Dipicu Meningkatnya Tensi Timur Tengah

foto: istimewa

Pasardana.id - Wall Street melemah pada Rabu (3/6/2026) dipicu meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Seperti dilaporkan Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average di Bursa Efek New York, Amerika Serikat, turun 620,72 poin, atau sekitar 1,21 persen, menjadi 50.687,07. Indeks S&P 500 melemah 56,06 poin, atau sekitar 0,74 persen, menjadi 7.553,72. Indeks komposit Nasdaq merosot 239,92 poin, atau sekitar 0,89 persen, menjadi 26.853,98.

Tensi geopolitik di Timur Tengah meningkat setelah AS dan Iran melakukan serangan ke target-target strategis di kawasan tersebut. Kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak belum menemui titik terang sampai saat ini.

Saham sektor teknologi mengalami tekanan, dengan saham Microsoft dan Nvidia masing-masing anjlok 3,17 persen dan 3,62 persen. Saham Apple turun 1,57 persen, sedangkan saham IBM terjun 7,17 persen.

Saham perbankan juga terpuruk, dengan saham Bank of America dan Wells Fargo masing-masing turun 0,15 persen dan 0,96 persen.

Dari 11 sektor utama indeks S&P 500, indeks sektor teknologi dan keuangan mengalami penurunan tertajam. Indeks sektor energi sebaliknya terdongkrak peningkatan harga minyak dunia.

Dengan kondisi global saat ini, para pelaku pasar meyakini perlunya peningkatan suku bunga Federal Reserve. Menurut instrumen FedWatch CME Group, tingkat keyakinan terjadinya peningkatan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 41,1 persen, naik dari angka 9,1 persen sebulan lalu.

Presiden The Fed New York John Williams menyebut ia masih percaya bahwa bank sentral AS masih belum perlu mengubah suku bunga meski risiko inflasi meningkat.

Data ekonomi AS terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja stabil dan sektor jasa terus berekspansi, namun harga input masih tinggi dan belanja korporasi cenderung melemah.

Harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange turun seiring menguatnya nilai tukar dolar AS. Harga emas untuk pengiriman Agustus 2026 turun 0,7 persen menjadi US$4.488,9 per ons. Indeks dolar AS naik 0,3 persen.

Bursa saham Eropa melemah pada Rabu, dengan indeks STOXX 600 Eropa turun 0,7 persen, dipicu meningkatnya tensi Timur Tengah.

Indeks FTSE 100 di Bursa Efek London, Inggris, turun 41,21 poin, atau sekitar 0,4 persen, menjadi 10.332,3. Indeks Dax 30 di Bursa Efek Frankfurt, Jerman, merosot 328,23 poin, atau sekitar 1,31 persen, menjadi 24.795,94.

Indeks Ibex 35 di Bolsa de Madrid, Spanyol, melemah 96 poin, atau sekitar 0,53 persen, menjadi 18.176. Indeks Cac 40 di Euronext, Paris, Perancis, berkontraksi 58,67 poin, atau sekitar 0,71 persen, menjadi 8.150,42.

Nilai tukar poundsterling melemah 0,1 persen terhadap dolar AS menjadi 1,3447 dolar AS per pound. Sedangkan terhadap euro, nilai tukar pound berada di kisaran 1,1582 euro per pound.

Berita Terkini

See More