Kendala Geografis Jadi Alasan Mahalnya Harga Minyakita di Indonesia Timur
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id – Adanya hambatan geografis menjadi masalah serius dalam pendistribusian Minyakita, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
Di beberapa daerah, khususnya Papua, Maluku, dan Maluku Utara, harga Minyakita ini masih jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sebesar Rp15.700.
Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, mengungkapkan bahwa tantangan utama yang menjadikan mahalnya harga eceran Minyakita adalah biaya logistik yang tinggi.
"Untuk kawasan timur dan kepulauan, ini masih mengalami tekanan jauh di atas HET karena kendala geografis," ujarnya, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (12/5).
Ia melanjutkan, sebagai perbandingan positifnya, untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sebelumnya mengalami masalah serupa, kini telah berhasil menekan harga hingga mendekati HET.
Pemerintah pun mendorong Perum Bulog dan ID FOOD untuk mereplikasi pola distribusi tersebut ke Papua dan Maluku.
Menanggapi hal ini, Perum Bulog melaporkan, bahwa telah menyalurkan sekitar 2,3 juta liter Minyakita ke Maluku dan Papua Barat untuk meredam disparitas harga.




