Pemerintah Masuk Bond Market, Dana Yang Dikucurkan Rp2 Triliun per Hari
Oleh: Ronal

Foto : istimewa
Pasardana.id - Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), maka pemerintah masuk ke pasar obligasi atau bond market.
Adapun dana yang digelontorkan pemerintah untuk masuk ke pasar obligasi ini mecapai Rp2 triliun per hari.
“Kita sudah masuk ke bond market bertahap, jadi harusnya sih ke depan, minggu ini akan lebih stabil. Saya akan masuk setiap hari ke bond market. Saya minta masuk Rp 2 triliun tiap hari,” ungkap Menkeu Purbaya, di Jakarta, Senin (18/5).
Seusai rapat terbatas (ratas) bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Menkeu Purbaya menjelaskan, bahwa dana yang digunakan bukan berasal dari anggaran baru.
Melainkan hasil pengelolaan kas pemerintah, termasuk pemanfaatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang saat ini tercatat mencapai Rp 420 triliun.
“Kita lihat seberapa jauh kita butuhkan masuk ke sana, kan saya punya Rp 420 triliun, cash yang SAL itu, saya bisa putar di sana. Bisa juga saya putar uang cash saya, jadi cukup bisa berkesinambungan,” jelasnya.
Menurut dia, intervensi di pasar obligasi dilakukan untuk menciptakan sentimen positif di pasar keuangan.
Menkeu menilai, stabilitas pasar obligasi dapat menahan arus keluar dana asing sehingga tekanan terhadap rupiah dapat berkurang.
“Karena uangnya enggak keluar lagi, yang asing enggak jual bond dan enggak kabur keluar karena bond stabil harganya. Artinya kalau stabil, kita targetkan yield-nya turun, kalau yield turun harga bond naik, nanti ada potensi capital gain. Jadi pasar bond kita menarik,” kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga menyampaikan, kalau Presiden Prabowo akan memaparkan strategi pemerintah dalam menjaga stabilitas rupiah di hadapan DPR dalam waktu dekat.
Hanya saja dia belum bisa memastikan jadwal pelaksanaannya.




