See More

26 Mei 2026, 22:12

26 Mei 2026, 21:59

26 Mei 2026, 21:49

26 Mei 2026, 21:33

26 Mei 2026, 21:26

26 Mei 2026, 20:15
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Kiwoom Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Wall Street ditutup lebih tinggi pada hari Jumat dengan Dow Jones Industrial Average naik 0,58% dan kembali mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa, sementara S&P 500 menguat 0,37% menjadi 7.473,47 dan NASDAQ Composite naik 0,19%.
Penguatan pasar dipimpin oleh sektor barang konsumsi, perawatan kesehatan, dan industri di tengah rotasi investor menuju saham defensif dan saham bernilai.
Merck & Co menjadi penggerak utama Dow Jones setelah melonjak 5,64%, diikuti oleh Salesforce dan Cisco Systems yang juga menguat secara signifikan.
Sementara itu, NVIDIA turun 1,90%, Walmart melemah 0,88%, dan Amazon terkoreksi 0,80%, mencerminkan reli terbatas yang mulai terjadi pada saham-saham teknologi berkapitalisasi besar.
-Pada indeks S&P 500, Dell Technologies melonjak 16,77% ke level tertinggi sepanjang masa baru menyusul optimisme atas permintaan server AI dan infrastruktur pusat data, diikuti oleh HP Inc yang naik 15,27% dan NetApp yang menguat 12,44% ke level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Sebaliknya, Take-Two Interactive turun 4,42% dan Universal Health Services melemah 2,86%. Sentimen pasar secara umum tetap cukup solid dengan Indeks Volatilitas CBOE (VIX) turun 0,36% ke level 16,70, terendah dalam tiga bulan terakhir, yang mencerminkan selera risiko investor yang masih terjaga dengan baik.
SENTIMEN PASAR: Fokus pasar global masih berpusat pada prospek kebijakan suku bunga Fed dan ketahanan ekonomi AS di tengah tekanan inflasi energi dan perlambatan ekonomi global. • Investor telah mulai melakukan rotasi sektor dari saham teknologi berbasis AI ke sektor defensif seperti perawatan kesehatan, utilitas, dan industri setelah reli besar-besaran saham teknologi dalam beberapa bulan terakhir.
-Sentimen pasar juga didukung oleh ekspektasi pengeluaran AI dan pusat data yang masih kuat menyusul lonjakan saham Dell Technologies, HP Inc, dan NetApp, yang mencerminkan optimisme terhadap permintaan infrastruktur AI global.
-Di sisi lain, investor terus memantau perkembangan geopolitik Timur Tengah dan pergerakan harga energi, yang masih berpotensi menjaga inflasi global tetap tinggi, sehingga meningkatkan risiko suku bunga tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
-Pasar saat ini juga menunggu Arah kebijakan moneter Fed selanjutnya sejalan dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi AS yang masih tangguh, pasar tenaga kerja yang stabil, dan tekanan inflasi yang belum sepenuhnya mereda.
PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Imbal hasil obligasi pemerintah AS bergerak beragam, dengan imbal hasil obligasi Treasury AS 2 tahun naik menjadi 4,13% dan 5 tahun naik menjadi 4,26%, mencerminkan bahwa pasar masih mengantisipasi suku bunga Fed tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama dan membuka peluang untuk kenaikan suku bunga tambahan. Sementara itu, imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun sedikit turun menjadi 4,56%, terendah dalam seminggu terakhir, karena kekhawatiran inflasi mereda setelah optimisme atas kesepakatan AS-Iran yang membebani harga minyak. Namun, pasar tetap berhati-hati karena harga minyak masih sekitar 50% di atas level sebelum konflik, yang berarti tekanan inflasi global masih dianggap tinggi.
-Dolar AS bergerak beragam dengan EUR/USD relatif stabil di 1,16, sementara USD/JPY naik ke 159,16 sejalan dengan permintaan yang masih kuat untuk Dolar AS sebagai aset aman.
-Indeks Dolar AS (DXY) sedikit menguat 0,15% ke level 99,25, mencerminkan sentimen pasar yang tetap berhati-hati terhadap prospek ekonomi dan geopolitik global.
PASAR EROPA & ASIA: Pasar Eropa sebagian besar bergerak lebih tinggi, didukung oleh sentimen global yang mulai stabil dan meningkatnya harapan akan kesepakatan AS-Iran. FTSE 100 Inggris naik 0,2% ke level tertinggi sejak April, didorong oleh kenaikan saham Games Workshop, Rightmove, dan Rolls-Royce Holdings, meskipun data penjualan ritel Inggris lemah dan ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England mereda. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,4% dipimpin oleh penguatan saham industri dan teknologi seperti Airbus, Safran, dan STMicroelectronics setelah kinerja solid NVIDIA mendukung sentimen sektor chip global. Sementara itu, FTSE MIB Italia menguat 0,7% didukung oleh kenaikan saham perbankan dan teknologi, bersamaan dengan penurunan imbal hasil obligasi Italia dan membaiknya sentimen pasar. Secara regional, indeks STOXX 600 Eropa naik 0,73% ke level 625.
-Di Asia, pasar bergerak beragam dengan Jepang dan Korea Selatan memimpin kenaikan, didorong oleh optimisme atas permintaan chip AI global, perkembangan positif dalam negosiasi AS-Iran, serta reli saham teknologi dan semikonduktor. Nikkei 225 melonjak 2,68% dan Topix naik 1%, dipimpin oleh SoftBank Group, sementara KOSPI menguat 0,41% didukung oleh sektor semikonduktor, meskipun masih dibayangi oleh penjualan investor asing. Sementara itu, Pasar saham China pulih dengan Shanghai Composite naik 0,87% dan Shenzhen melonjak 2,3%, didorong oleh reli saham AI dan teknologi, meskipun regulator mulai meningkatkan pengawasan terhadap sektor AI karena kekhawatiran akan spekulasi yang berlebihan. India bergerak terbatas dengan BSE Sensex naik tipis 0,3% di tengah harga minyak yang tinggi dan arus keluar dana asing, sementara Singapura menguat dengan STI naik 0,44% didukung oleh sentimen regional yang positif.
KOMODITAS: Harga minyak bergerak beragam di tengah kekhawatiran pasokan energi global dan ketidakpastian geopolitik Timur Tengah. Minyak mentah Brent naik menjadi sekitar USD 103,21/barel sementara WTI sedikit turun menjadi USD 96,18/barel.
-Harga emas terkoreksi dengan harga emas berjangka turun 0,68% menjadi USD 4.511/ounce sejalan dengan penguatan Dolar AS dan selera risiko investor yang stabil. Pasar komoditas saat ini masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik global, arah suku bunga Fed, dan pergerakan inflasi energi global.
AGENDA HARI INI: Meksiko (MX): Neraca Perdagangan April. China (CN): Investasi Langsung Asing (FDI) April YTD YoY. Brasil (BR): Laporan Fokus Pasar BCB.
INDONESIA: Bank Indonesia akan menerapkan reformulasi Kebijakan Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) mulai semester kedua tahun 2026 untuk mengekang transmisi kenaikan Suku Bunga BI ke suku bunga kredit perbankan, sambil menjaga likuiditas dan pertumbuhan kredit tetap stabil. Di bawah skema baru ini, bank-bank yang mampu menjaga spread bunga kredit tetap terkendali akan mendapatkan insentif berupa relaksasi persyaratan cadangan wajib (GWM), sementara BI juga memperluas fleksibilitas pendanaan melalui penyesuaian RIM dengan memasukkan sumber pendanaan non-deposito dan pembiayaan non-kredit ke dalam perhitungan rasio intermediasi. Kebijakan ini dinilai positif untuk stabilitas likuiditas perbankan dan menjaga pertumbuhan kredit tetap kuat di tengah tren suku bunga tinggi.
-Sementara itu, pemerintah menekankan bahwa kebijakan ekspor komoditas sumber daya alam (SDA) melalui PT. Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) akan tetap berlaku pada 1 Juni 2026 tanpa penundaan, dengan penerapan masa transisi bertahap agar pelaksanaannya berjalan lancar. Pemerintah juga memastikan bahwa kontrak eksportir jangka panjang tetap dihormati, tetapi kontrak yang dianggap di bawah harga pasar global akan dievaluasi untuk mencegah praktik under-invoicing dan kebocoran pendapatan negara. Kebijakan ini dianggap positif untuk memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam, meningkatkan transparansi perdagangan komoditas, serta mendukung optimalisasi penerimaan devisa dan stabilitas neraca perdagangan Indonesia.
-JCI berhasil rebound dan ditutup pada level 6.162,04 (+1,10%). Investor asing kembali mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp309,45 miliar di semua pasar, sementara Rupiah relatif stabil di level Rp17.712/USD. Mayoritas sektor berhasil ditutup di zona hijau, dengan hanya sektor keuangan yang masih berada di zona merah. Secara teknis, JCI sebelumnya menyentuh support saluran bawah serta area gap di kisaran 5.949 – 6.148 sebelum akhirnya berhasil rebound. Pergerakan ini membuka peluang munculnya sinyal pembalikan jangka pendek, terutama setelah tekanan jual mulai mereda dari area oversold. Dalam skenario rebound berkelanjutan, JCI berpotensi menguji resistensi terdekat di area 6.378 – 6.440, yang merupakan area Retracement Fibonacci 38,20%. Jika momentum penguatan berlanjut, JCI memiliki peluang untuk memperluas kenaikannya menuju area 6.588 sebagai resistensi berikutnya atau Retracement Fibonacci 50,00%. Sementara itu, area support tetap berada di kisaran 6.148 – 5.949 dengan support kuat berikutnya di level 5.882.
“Kami memperkirakan JCI akan tetap bergerak volatil, tetapi peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka selama tidak muncul sentimen negatif baru dari sumber eksternal maupun domestik,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Senin (25/5).