See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id– Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (28/4) ditutup turun 0.48%, disertai dengan net sell asing sebesar Rp1.24 Tn. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BBCA, BBRI, ANTM dan CUAN.
Sementara itu, Indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak melemah pada perdagangan Selasa (28/4), tertekan pada saham teknologi, terutama sektor semikonduktor. Indeks S&P 500 turun 0,49%, Nasdaq Composite terkoreksi 0,9% dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,05%. Pelemahan pasar disebabkan laporan yang menyoroti perlambatan kinerja OpenAI, termasuk pertumbuhan pendapatan dan pengguna yang berada di bawah target internal. Kekhawatiran juga muncul terkait kemampuan perusahaan dalam memenuhi kontrak komputasi di masa depan. Saham Nvidia turun lebih dari 1%, Broadcom anjlok lebih dari 4%, dan Advanced Micro Devices melemah lebih dari 3%. Saham Oracle juga terkoreksi sekitar 4%. Selain itu, beberapa rilis laporan keuangan dari raksasa teknologi. Perusahaan seperti Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Microsoft dijadwalkan merilis kinerja pada Rabu, disusul Apple pada Kamis. Saham Coca-Cola naik hampir 4% setelah perusahaan tersebut membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar. Dari sisi makro, sentimen geopolitik turut membebani pasar. Upaya perundingan damai antara AS dan Iran kembali tertunda, menambah ketidakpastian global. Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana pengiriman utusan khusus untuk membahas gencatan senjata, sementara pihak Iran menyatakan belum ada agenda pertemuan dengan Washington dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Bursa Asia bervariasi pada perdagangan Selasa (28/4), dengan mayoritas indeks melemah. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,02%, Hang Seng Hong Kong turun 0,95%, CSI 300 China melemah 0,27%, Taiex Taiwan melemah 0,24%, Kospi Korea Selatan naik 0,39%, ASX 200 Australia berkurang 0,64%. Sementara itu, Straits Times turun 0,10% dan FTSE Malaysia naik 0,72%. Bursa Asia ditutup mixed namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Selain itu, bank sentral secara global diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini dapat dipertahankan.
Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, dalam riset Rabu (29/4), Fanny Suherman, CFP selaku Head of Retail Research BNI Sekuritas menyebutkan, “IHSG berpotensi bergerak sideways cenderung melemah hari ini. Diperkirakan Support IHSG: 6900-7000 dan Resist IHSG: 7100-7200.”
Selanjutnya disebutkan beberapa saham yang bisa menjadi pilihan Trading Idea hari ini, yaitu: BUMI, CUAN, GOTO, MEDC, BIPI, dan KIJA.
Berikut ini rekomendasi trading sahamnya:
BUMI Spec Buy dengan area beli di 224-228, cutloss di bawah 220. Target dekat di 234-240.
CUAN Buy on Weakness dengan area beli di 1260-1285, cutloss di bawah 1240. Target dekat di 1310-1350.
GOTO Spec Buy dengan area beli di 53, cutloss di bawah 52. Target dekat di 56-60.
MEDC Buy on Weakness dengan area beli di 1680-1700, cutloss di bawah 1650. Target dekat di 1745-1810.
BIPI Spec Buy dengan area beli di 236-246, cutloss di bawah 236. Target dekat di 252-264.
KIJA Spec Buy dengan area beli di 186, cutloss di bawah 183. Target dekat di 189-192.
Disclaimer on