See More

17 Mei 2026, 12:43

17 Mei 2026, 12:24

16 Mei 2026, 20:29

16 Mei 2026, 11:30
16 Mei 2026, 10:59

15 Mei 2026, 12:47
IHSG|analisa market|FAC Sekuritas
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (4/5), IHSG ditutup menguat +15,15 poin (+0,22%) ke level 6.971,95.
IHSG berhasil menguat didorong aksi teknikal rebound dan adanya aksi korporasi serta rilis LK Q1-26 yang direspon positif pelaku pasar.
Dari data makro domestik, tercatat Inflasi Inti RI (Apr-26) mengalami penurunan menjadi di level 2,44% YoY, lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 3,48% YoY.
Di sisi lain, PMI Manufaktur Indonesia tercatat turun ke level 49,1 (Apr-26) atau masuk kedalam fase kontraksi pertama dalam sembilan bulan terakhir.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, seperti DJIA (- 1,13%), S&P 500 (-0,41%), & Nasdaq (-0,19%).
Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak akibat eskalasi ketegangan di Timur Tengah, dimana melibatkan baku tembak antara AS dan Iran serta keterlibatan Uni Emirat Arab yang meningkatkan kekhawatiran inflasi menyusul rencana Presiden Trump untuk mendukung kapal-kapal di Selat Hormuz.
Sektor material dan industri menjadi sektor dengan kinerja terburuk, berbanding terbalik dengan saham energi yang justru menguat.
Beberapa perusahaan besar seperti Apple (-1,2%), Alphabet (-0,9%), Broadcom (-1,1%), Walmart (-1%), dan JPMorgan (-1,6%) mencatat penurunan cukup signifikan.
“IHSG hari ini diperkirakan bergerak variatif namun masih dibayangi kekhawatiran terkait pelemahan nilai tukar Rupiah, berlanjutnya modal asing keluar (outflow), dan tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Selasa (05/5).