ANALIS MARKET (04/6/2026): IHSG Berpotensi Bearish
Oleh: Ria

foto: ilustrasi (ist)
Pasardana.id – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, Pada perdagangan kemarin (3/6), IHSG ditutup melemah -254,36 poin (-4,11%) ke level 5.941,07.
Pelemahan IHSG disebabkan kombinasi tekanan struktural domestik, seperti depresiasi nilai tukar rupiah dan kebijakan ekspor satu pintu yang memicu ketidakpastian di sektor komoditas, serta dampak berkelanjutan dari rebalancing beberapa saham berkapitalisasi besar dalam indeks MSCI dan FTSE yang mendorong aliran modal keluar (capital outflow) secara terus-menerus.
Di tengah situasi yang membuat mayoritas investor cenderung mengambil sikap wait and see demi menanti arah kebijakan baru, munculnya sentimen dari Moody's Ratings yang menetapkan peringkat emiten Baa2 untuk pertama kalinya bagi Danantara Investment Management (DIM) dengan prospek negative.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-1,21%), S&P 500 (-0,73%), & Nasdaq (-0,89%).
Pelemahan tersebut dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah akibat saling serang antara AS dan Iran yang memperpanjang blokade laut dan melonjakkan harga energi, serta rilis data ekonomi AS (ADP dan ISM) yang kuat hingga memicu kekhawatiran inflasi baru dan memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve.
Sentimen negatif makroekonomi ini kian diperparah oleh sentimen mikro di sektor korporasi, di mana saham-saham raksasa perangkat lunak mengalami koreksi tajam serta adanya kekecewaan pasar terhadap rilis laporan keuangan dan proyeksi bisnis masa depan dari emiten teknologi utama seperti Broadcom dan Crowdstrike.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, IHSG hari ini diperkirakan masih rawan melanjutkan pelemahan (berpotensi bearish) seiring masih tingginya ketidakpastian,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (04/6).




