Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)|analisa market|Kiwoom Sekuritas

ANALIS MARKET (04/6/2026): Spekulatif Buy

Oleh: Ria

04 Juni 2026, 08:54
ANALIS MARKET (04/6/2026): Spekulatif Buy

foto: ilustrasi (ist)

Pasardana.id – Riset harian Kiwoom Sekuritas menyebutkan, Wall Street mengakhiri reli 9 hari berturut-turut setelah aksi ambil untung pada saham AI dan teknologi serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Selama perdagangan pada hari Rabu (3 Juni 2026), Dow Jones turun 1,21% menjadi 50.687,07, S&P 500 melemah 0,74% menjadi 7.553,68, dan Nasdaq turun 0,89% menjadi 26.853,97.

Sektor teknologi turun 1,5%, sementara sektor energi naik 1,4% menyusul kenaikan harga minyak. IBM turun 7%, Nvidia -4%, Palo Alto Networks -5,6%, sementara Walmart naik 3,5%.

Terlepas dari koreksi indeks, saham semikonduktor tetap kuat. Indeks Semikonduktor Philadelphia mencatat kenaikan dalam 9 dari 10 sesi terakhir, didorong oleh pengeluaran AI yang terus meningkat.

Alphabet meningkatkan target penggalangan dananya menjadi USD 85 miliar, sementara SpaceX dilaporkan sedang mempersiapkan IPO dengan valuasi sekitar USD 1,75 triliun.

SENTIMEN PASAR: Ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah kedua pihak melancarkan serangan balasan terhadap target di Bahrain, Kuwait, dan Pulau Qeshm. Perkembangan ini mengurangi harapan untuk mencapai kesepakatan perdamaian dalam waktu dekat, meskipun Presiden Donald Trump menekankan bahwa negosiasi masih berlangsung. Hambatan utama terus berputar di sekitar program nuklir Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

INDIKATOR MAKROEKONOMI: Federal Reserve melaporkan dalam Beige Book-nya bahwa aktivitas ekonomi masih tumbuh moderat di 10 dari 12 distrik. Namun, tekanan inflasi meluas karena lonjakan harga energi yang mulai berdampak pada transportasi, pengemasan, makanan, biaya pupuk, dan sektor jasa. Pandangan internal The Fed juga telah bergeser dari ekspektasi penurunan suku bunga menuju kemungkinan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, bahkan membuka pintu untuk kenaikan suku bunga jika inflasi terus meningkat.

-Data Ketenagakerjaan ADP mencatat penciptaan 122 ribu lapangan kerja pada bulan Mei, tertinggi sejak Januari 2025. Indeks PMI Jasa ISM naik menjadi 54,5 dari 53,6, sementara indeks harga melonjak menjadi 71,3, tertinggi sejak Agustus 2022. Data ini memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi tetap menjadi tantangan utama bagi Federal Reserve.

PERANG DAGANG: Pemerintahan Donald Trump mengusulkan tarif baru setidaknya 10% terhadap impor dari 60 negara karena dianggap gagal mencegah masuknya produk yang dibuat dari kerja paksa. Indonesia termasuk di antara negara-negara yang disebutkan belum efektif dalam menegakkan larangan ini. Periode komentar publik (sidang publik) dibuka hingga 6 Juli, dan sidang dijadwalkan pada 7 Juli.

REGULASI & KEBIJAKAN: Wakil Ketua Pengawasan Federal Reserve Michelle Bowman menyatakan bahwa sistem perbankan AS tetap sehat dengan rasio modal yang kuat, likuiditas tinggi, pertumbuhan kredit yang berkelanjutan, dan profitabilitas yang solid. Regulator juga memperbarui kerangka modal perbankan dan mempersiapkan regulasi stablecoin sesuai dengan Undang-Undang GENIUS.

PENDAPATAN TETAP & MATA UANG: Dolar AS menguat ke level tertinggi 2 bulan dengan DXY naik menjadi 99,52, sementara imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun naik menjadi 4,489% dan tenor 30 tahun naik menjadi 4,99%.

-Yen Jepang kembali melemah menjadi 160,02 per Dolar AS untuk hari kedua berturut-turut. Perdana Menteri Sanae Takaichi kembali memperingatkan potensi intervensi, sementara Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda mengisyaratkan bahwa kenaikan harga minyak dapat meningkatkan risiko inflasi dan membuka ruang untuk kenaikan suku bunga.

EROPA & PASAR ASIA: Pasar Eropa melemah karena kenaikan harga energi dan ketidakpastian di Timur Tengah. Indeks Stoxx 600 turun 0,7%, DAX Jerman turun 1,2%, CAC 40 Prancis turun 0,7%, dan FTSE 100 Inggris turun 0,4%. Pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 50% bahwa Bank Sentral Eropa akan menaikkan suku bunga tiga kali hingga akhir tahun 2026. Secara geopolitik, Jerman, Prancis, dan Inggris juga mulai menjajaki peluang untuk pembicaraan perdamaian baru antara Rusia dan Ukraina di tengah kebuntuan perang yang berkepanjangan.

-Sebaliknya di Asia, indeks Nikkei Jepang melonjak hampir 3% dan mencapai rekor baru di 68.645,5 setelah pemerintah menyetujui stimulus sebesar 3,11 triliun yen untuk mendukung biaya hidup dan subsidi energi. Indeks TOPIX juga mencetak rekor tertinggi baru. Indeks CSI 300 China naik 1,6%, Shanghai Composite +0,6%, dan Straits Times Singapura +0,7%, sementara Hang Seng turun hampir 2% karena aksi ambil untung di saham-saham teknologi.

KOMODITAS: Harga minyak terus naik seiring memudarnya harapan perdamaian Iran. Minyak mentah Brent naik menjadi USD 98,07 / barel sementara WTI naik menjadi USD 96,03 / barel. Data EIA menunjukkan persediaan minyak mentah komersial AS turun 8 juta barel, 2 kali lebih besar dari ekspektasi pasar. Cadangan Minyak Strategis AS juga turun sebesar 8 juta barel, menandai penurunan terbesar ke-6 sejak tahun 1982.

-Harga emas turun sekitar 1% menjadi USD 4,447 / troy ounce karena penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil Treasury. Logam mulia lainnya turun 3%-5%.

AGENDA EKONOMI HARI INI:

-Area Euro (EA): Penjualan Ritel bulan April, pidato Presiden ECB Christine Lagarde.

-Amerika Serikat (AS): Klaim Pengangguran Mingguan, PHK May Challenger, Produktivitas dan Biaya Kuartal 1 (direvisi), serta pidato Thomas Barkin, Mary Daly, dan Michelle Bowman.

INDONESIA: Moody's, Fitch, dan S&P memberikan peringkat Investment Grade kepada Danantara, namun sekaligus menekankan bahwa kualitas kreditnya sangat bergantung pada dukungan Pemerintah Indonesia, dibandingkan kekuatan bisnis independen. Moody's bahkan mengeluarkan Outlook Negatif yang secara eksplisit menelusuri prospek kedaulatan Indonesia, sementara S&P mengonfirmasi hal tersebut penurunan peringkat negara akan segera berdampak pada Danantara. Pada saat yang sama, S&P mengungkapkan bahwa sumber pendanaan utama Danantara akan berasal dari dividen BUMN sebesar USD 5-6 miliar per tahun, dan sebagian modalnya mungkin akan diarahkan ke proyek-proyek strategis pemerintah seperti sampah menjadi energi.

Pertanyaannya, siapa yang akan menjadi penyelamat kisah investasi Indonesia? Skeptisisme tersebut, seiring dengan jatuhnya nilai tukar RUPIAH ke level 18.000/USD, ditambah kegelisahan pasar atas review/rebalancing indeks MSCI & FTSE yang akan datang dalam 2 minggu ke depan, menyebabkan IHSG kemarin Rabu terpuruk 254,36 pts/minus 4,11% ke level 5.941,07, bahkan menciptakan Low baru dalam 5 tahun.

Suatu pemandangan yang ironis di saat sebagian besar pasar saham global justru berada di zona hijau dan mampu mencapai level rekor barunya.

“Kami harus kembali mengingatkan para investor/trader bahwa walaupun posisi & valuasi saham saat ini terlihat murah & menarik untuk dilakukan Spekulatif Buy, namun di balik itu semua terdapat premi risiko yang semakin banyak diperhitungkan oleh dana asing agar nyaman berinvestasi di Indonesia; Hingga kemarin, net sell asing semakin masif sebesar Rp 55,79 T secara kumulatif YTD,” sebut analis Kiwoom Sekuritas dalam riset Kamis (04/6).

Berita Terkini

See More